1. Menurut saudara samakah filsafat islam dengan filsafat arab? Jelaskan secara detail relevansinya dengan filsafat yunani!
Filsafat islam tidaklah sama dengan filsafat arab. Karena tokoh-tokoh filsafat islam tidak hanya berasal dari arab saja, ada juga yang berasal dari luar arab.
Hubungan Filsafat Islam Dengan Filsafat Yunani
Proses sejarah masa lalu, tidak dapat dielakkan begitu saja bahwa pemikiran filsafat Islam terpengaruh oleh filsafat Yunani. Para filosuf Islam banyak mengambil pemikiran Aristoteles dan mereka banyak tertarik terhadap pemikiran-pemikiran Platinus. Sehingga banyak teori-teori filosuf Yunani diambil oleh filsuf Islam.
Demikian keadaan orang yang dapat kemudian. Kedatangan para filosuf Islam yang terpengaruh oleh orang-orang sebelumnya, dan berguru kepada filsuf Yunani. Akan tetapi berguru tidak berarti mengekor dan mengutip, sehingga dapat dikatakan bahwa filsafat Islam itu hanya kutipan semata-mata dari Aristoteles, sebagaimana yang dikatakan oleh Renan, karena filsafat Islam telah mampu menampung dan mempertemukan berbagai aliran pikiran. Kalau filsafat Yunani merupakan salah satu sumbernya, maka tidak aneh kalau kebudayaan India dan Iran juga menjadi sumbernya.
2. Bagaimana menurut pengetahuan saudara tentang epistimologi islam. Jelaskan pendapat saudara dengan dalil-dalil naqli!
Secara etimologi, epistemologi berasal dari kata Yunani epiteme dan logos. Episteme berarti pengetahuan, sedangkan logos berarti teori, uraian atau alasan.
Secara terminology, epistemologi merupakan salah satu cabang filsafat yang mengkaji secara mendalam dan radikal tentang asal mula pengetahuan, struktur, metode, dan validitas pengetahuan. Epistemologi ini pada umumnya disebut filsafat pengetahuan.
Epistimologi ada tiga macam yaitu:
a. Epistimologi Bayani
Menurut al-Jabiri apa yang disebut dengan nizham ma’rifi bayani atau ‘aql bayani mencakup disiplin-disiplin ilmu yang menjadikan ilmu bahasa Arab sebagai tema sentralnya, seperti balaghah (ilmu keindahan bahasa), nahw (gramatika bahasa arab), fiqh dan ushul fiqh, dan kalam.
Di dalam al-Qur’an surat An-Nisa ayat 59.
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”
b. Epistimologi Irfani
Kata irfani berasal dari kata irfan yang dalam bahasa arab merupakan bentuk dasar (masdar) dari kata arafa yang semakna dengan ma’rifat. Dimana objek pengalaman atau pengetahuan yang di peroleh langsung oleh objek pengetahuan. Pengetahuan irfani tidak di dasarkan atas teks seperti bayani tetapi pada tasauf, tersikapnya rahasia-raahasia dari tuhan, singkatnya pengertian irfani adalah model metodologi berfikir yang didasarkan atas pendekatan dan pengalaman langsung(direct exprience) atas realitas spritual keagamaan.
c. Epistimologi Burhani
Dalam pengertian yang sempit, burhani adalah aktivitas pikir untuk menetapkan kebenaran pernyataan melalui penalaran. Sedangkan dalam pengertian luas, burhani adalah setiap aktivitas pikir untuk menetapkan kebenaran pernyataan.
Epistemologi burhani bisa dipandang dalam dua sudut, yaitu sebagai aktivitas pengetahuan dan sebagai diskursus pengetahuan.59.
3. Mengapa manusia, alam, tuhan itu menjadi kajian metafisika? Jelaskan dengan dallil-dalil naqli!
Kata lain dari Metafisika adalah Ontologi yang membahas mengenai yang ada sebagai yang ada, artinya prinsip-prinsip umum ke dalam bidang-bidang khusus: teologi, kosmologi, dan psikologi. Ontologi mengkaji realitas sejauh dapat dicerap melalui indera sedang metafisika mengkaji realitas yang tidak dapat dicerap indera apakah itu realitas Ketuhanan (teologi), Semesta sebagai keseluruhan (kosmologi), maupun kejiwaan (Antropologi).
4. Apa yang saudara ketahui tentang:
a. Ontology
Ontologi merupakan salah satu kajian kefilsafatan yang paling kuno dan berasal dari Yunani. Studi tersebut mebahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret. Tokoh Yunani yang memiliki pandangan yang bersifat ontologis dikenal seperti Thales, Plato, dan Aristoteles . Pada masanya, kebanyakan orang belum membedaan antara penampakan dengan kenyataan. Secara sederhana ontologi bisa dirumuskan sebagai ilmu yang mempelajari realitas atau kenyataan konkret secara kritis.
Beberapa aliran dalam bidang ontologi, yakni realisme, naturalisme, empirisme
b. Aksiologi
Aksiologi merupakan cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya. Aksiologi berasal dari kata Yunani: axion (nilai) dan logos (teori), yang berarti teori tentang nilai.
Pertanyaan di wilayah ini menyangkut, antara lain:
Untuk apa pengetahuan ilmu itu digunakan?
Bagaimana kaitan antara cara penggunaannya dengan kaidah-kaidah moral?
Bagaimana penentuan obyek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral?
Bagaimana kaitan metode ilmiah yang digunakan dengan norma-norma moral dan professional? (filsafat etika).
c. Filasafat ketuhanan
Filsafat Ketuhanan adalah pemikiran tentang Tuhan dengan pendekatan akal budi, maka dipakai pendekatan yang disebut filosofis. Bagi orang yang menganut agama tertentu (terutama agama Islam, Kristen, Yahudi), akan menambahkan pendekatan wahyu di dalam usaha memikirkannya. Jadi Filsafat Ketuhanan adalah pemikiran para manusia dengan pendekatan akal budi tentang Tuhan. Usaha yang dilakukan manusia ini bukanlah untuk menemukan Tuhan secara absolut atau mutlak, namun mencari pertimbangan kemungkinan-kemungkinan bagi manusia untuk sampai pada kebenaran tentang Tuhan.
Senin, 13 Juni 2011
Pengambilan Keputusan
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
A. PENGERTIAN
Pengambilan keputusan ialah proses memilih sejumlah alternative. Pengambilan keputusan penting bagi administrator pendidikan karena proses pengambilan keputusan mempunyai peran penting dalam memotivasi, kepemimpinan, komunikasi, koordinasi, dan perubahan organisasi. Setiap level administrasi sekolah mengambil keputusan secara hierarkis. Keputusan yang diambil administrator berpengaruh terhadap pelanggan pendidikan terutamapeserta didik. Oleh karena itu, setiap administrator pendidikan harus memiliki keterampilan mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
B. TIPE KEPUTUSAN MANAJEMEN
Pengambilan keputusan ( Decision making) : adalah tindakan manajemen dalam pemilihan alternatif untuk mencapai sasaran.
Keputusan dibagi dalam 3 tipe :
1. Keputusan terprogram/keputusan terstruktur : keputusan yg berulang2 dan rutin, sehingga dapt diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pd manjemen tkt bawah. Co:/ keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang, dll.
2. Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur : keputusan yg sebagian dpt diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tdk terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan2 serta analisis yg terperinci. Co:/ Keputusan membeli sistem komputer yg lebih canggih, keputusan alokasi dana promosi.
3. Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur : keputusan yg tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tdk terstruktur tdk mudah untuk didapatkan dan tdk mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar. Pengalaman manajer merupakan hal yg sangat penting didalam pengambilan keputusan tdk terstruktur. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain adalah contoh keputusan tdk terstruktur yg jarang terjadi.
C. MODEL-MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1. Model pengambilan keputusan rasional
Keputusan dapat dibedakan atas dua tipe, yaitu terprogram (structured) dan tidak terprogram (unstructured). Keputusan teprogram ialah keputusan yang selalu diulang kembali. Contohnya: keputusan kenaikan kelas peserta didik. Keputusan pengangkatan, keputusan penetapan gaji pegawai baru, dan sebagainya. Sedangkan keputusan tidak terprogram ialah keputusan yang diambil untuk menghadapi situasi rumit atau baru. Contohnya: keputusan lembaga baru, keputusan terjadinya musibah kebakaran, kebanjiran, robohnya sekolah, dan sebagainya. Keputusan tidak terprogram disebut juga pemecahan masalah.
2. Model pengambilan keputusan klasik
Model pengambilan keputusan klasik berasumsi bahwa keputusan merupakan proses rasional dimana keputusan diambil dari salah satu alternatif terbaik. Model klasik didasarkan konsep rasionalitas lengkap (complete rationality). Sesuai dengan model klasik, proses pengambilan keputusan dibagi atas enam langkah logis sebagai berikut:
a. Identifikasi masalah
b. Menentukan alternatif
c. Menilai alternatif
d. Memilih alternatif
e. Menerapkan alternatif
f. Menilai keputusan
3. Model pengambilan keputusan perilaku
Model ini didasarkan pada seberapa jauh keputusan itu dapat memberikan kepuasan. Model ini juga mempertimbangkan pengambilan keputusan atas dasar rasionalitas konstektual dan rasionalitas respektif. Rasionalitas konstektual artinya keputusan tidak hanya didasarkan oleh ketentuan tersurat (tekstual), tetapi juga yang tersirat, (konstektual).
4. Model pengambilan keputusan berdasarkan manfaat
Dasar pemikirannya adalah: 1. mutu keputusan, 2. nkreativitas keputusan, 3. penerimaan keputusan, 4. pemahaman keputusan, 5. pertimbangan keputusan dan 6. ketetapatan keputusan.
Mutu keputusan artinya pengetahuan dan informasi kelompok melebihi individu. Kelompok dapat mengatasi atau menutupi kelemahan dan kekurangan individu. Asumsinya ialah keputusan kelompok lebih bermutu dibandingkan dengan keputusan individu. Manfaat keputusan lebih besar dirasakan kelompok dibandingkan dengan manfaat bagi individu.
Kreativitas keputusan artinya, kreativits kelompok lebih banyak dan cenderung lebih baik daripada kreativitas individu. Asumsinya kreativitas bersama lebih bermanfaat daripada kreativitas individu.
Penerimaan keputusan artinya, pembuatan keputusan secara partisipasi kelompok lebih besar manfaatnya dibandingkan dengan dengan keputusan yang dibuat seara individu. Kelompok merasa dilibatkan dalam membuat keputusan. Asumsinya, keputusan yang dibuat secara kelompok lebih bermanfaat karena lebih diterima kelompok daripada keputusan yang dibuat individu.
Pemahaman keputusan artinya kelompok akan lebih memahami keputusan yang dibuatnya bersama daripada memahami keputusan yang dibuat oleh individu.
Pertimbangan keputusan artinya kelompok akan lebih efektif dalam menentukan keputusan terbaik dibandingkan dengan piihan individu. Asumsinya, manfaat pilihan bagikelompok akan lebih besar jika ditentukan oleh kelompok daripada individu.
Ketepaatn keputusan artinya kelompok lebih tepat dalam memutuskan daripada individu. Asumsinya, kelompok lebih dapat mengontrol pikiran individu secara objektif dan dapat menghindari kesalahan individu.
5. Model pengambilan keputusan berdasarkan masalah
Ada tiga tendensi khusus yang dapat merusak proses keputusan kelompok, yaitu 1. pikirna kelompok, 2. perubahan berisiko dan 3. eskalasi komitmen.
Pikiran kelompok yang dapat menggangggu proses keputusan berupa: 1. tanpa sengaja menajadi sangat optimis dan berani mengambil resiko terberat., 2. pembenaran oleh kelompok yang belum tentu benar menurut individu lainnya, 3. kelompok mengabaikan moral dan etika, 4. kelompok membangun stereotype sebagai pihak yang menentang pemimpinnya, 5. kelompok mendapat tekanan pihak lain, 6. kelompok kurang menyensor dirinya, 7. kebulatan suara hanya untuk mendapatkan keserahaman, dan 8. kelompok melindungi pola pikirnya.
Gejala-gejala perubahan tanggung jawab; 1. kelompok menyebarkan tanggung jawabnya ke anggota, 2. ketua kelompok paling besar resikonya dengan anggotaya, dan mengajak anggotanya untuk menjadi lebih besar lagi resikonya, 3. diskusi kelompok menguji pro dan kontra, konsekuensinya rasa kekeluargaan lebih besar dalam seluruh aspek masalah dan mengarah kepada tingginya resiko, dan 4. resioko dalam bermasyarakat diharapkan oleh budaya kita, jika masyarakat ingin maju.
Komitmen yang berlebihan juga dapat mengganggu keputusan kelompok karena tidak semua anggota senang bekerja keras.
6. Model pengambilan keputusan berdasarkan lapangan
Model ini paling banyak digunakan sekolah karena ingin melibatkan partisipasi warga sekolah dalam mengambil keputusan. Lima teknik penting dalam pengambilan keputusan berdasarkan lapangan adalah 1. Curah pendapat (brain storming), 2. Teknik grup nominal, 3. Teknik delpi, 4. Pembela yang menantang apa yang dianggap baik (devil advocate).
Langakah curah pendapat: 1. Sebelum curah pendapat tentukan dahulu topiknya, 2. Setiap anggota bertanggung jawab atas ucapannya, 3. Setiap anggota menyampaikan pendapatnya bergiliran sampai semua memberikan pendapatnya, 4. Anggota yang belum memberikan pendapatnya dapat menyatakan “pass” sampai kesempatan berikutnya, 5. Jangan mengomentari pendapat orang lain, 6. Kalau ada yang mengomentari, pimpinan siding harus menyetopnya, 7. Akan lebih cepat kalau pendapat ditulis, 8. Apabila tidak ada lagi pendapat yang masuk,curah pendapat dinyatakan selesai, 9. Pendapat yang sama dikelompokkan, 10. Pendapat yang masuk nominasi diteliti dan dibahas, 11. Jika tidak ada kesepakatan untuk memutuskan pendapat terbaik, baru diadakan voting.
D. TAHAPAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Simon (1960) memperkenalkan empat aktivitas dalam proses pengambilan keputusan:
1. Intelligence : Pengumpulan informasi untuk mengidentifikasikan permasalahan.
2. Design : Tahap perancangan solusi dalam bentuk alternatif2 pemecahan masalah.
3. Choice : Tahap memilih dari solusi dari alternatif2 yg disediakan.
4. Implementation : Tahap melaksanakan keputusan dan melaporkan hasilnya.
A. PENGERTIAN
Pengambilan keputusan ialah proses memilih sejumlah alternative. Pengambilan keputusan penting bagi administrator pendidikan karena proses pengambilan keputusan mempunyai peran penting dalam memotivasi, kepemimpinan, komunikasi, koordinasi, dan perubahan organisasi. Setiap level administrasi sekolah mengambil keputusan secara hierarkis. Keputusan yang diambil administrator berpengaruh terhadap pelanggan pendidikan terutamapeserta didik. Oleh karena itu, setiap administrator pendidikan harus memiliki keterampilan mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
B. TIPE KEPUTUSAN MANAJEMEN
Pengambilan keputusan ( Decision making) : adalah tindakan manajemen dalam pemilihan alternatif untuk mencapai sasaran.
Keputusan dibagi dalam 3 tipe :
1. Keputusan terprogram/keputusan terstruktur : keputusan yg berulang2 dan rutin, sehingga dapt diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pd manjemen tkt bawah. Co:/ keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang, dll.
2. Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur : keputusan yg sebagian dpt diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tdk terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan2 serta analisis yg terperinci. Co:/ Keputusan membeli sistem komputer yg lebih canggih, keputusan alokasi dana promosi.
3. Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur : keputusan yg tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tdk terstruktur tdk mudah untuk didapatkan dan tdk mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar. Pengalaman manajer merupakan hal yg sangat penting didalam pengambilan keputusan tdk terstruktur. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain adalah contoh keputusan tdk terstruktur yg jarang terjadi.
C. MODEL-MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1. Model pengambilan keputusan rasional
Keputusan dapat dibedakan atas dua tipe, yaitu terprogram (structured) dan tidak terprogram (unstructured). Keputusan teprogram ialah keputusan yang selalu diulang kembali. Contohnya: keputusan kenaikan kelas peserta didik. Keputusan pengangkatan, keputusan penetapan gaji pegawai baru, dan sebagainya. Sedangkan keputusan tidak terprogram ialah keputusan yang diambil untuk menghadapi situasi rumit atau baru. Contohnya: keputusan lembaga baru, keputusan terjadinya musibah kebakaran, kebanjiran, robohnya sekolah, dan sebagainya. Keputusan tidak terprogram disebut juga pemecahan masalah.
2. Model pengambilan keputusan klasik
Model pengambilan keputusan klasik berasumsi bahwa keputusan merupakan proses rasional dimana keputusan diambil dari salah satu alternatif terbaik. Model klasik didasarkan konsep rasionalitas lengkap (complete rationality). Sesuai dengan model klasik, proses pengambilan keputusan dibagi atas enam langkah logis sebagai berikut:
a. Identifikasi masalah
b. Menentukan alternatif
c. Menilai alternatif
d. Memilih alternatif
e. Menerapkan alternatif
f. Menilai keputusan
3. Model pengambilan keputusan perilaku
Model ini didasarkan pada seberapa jauh keputusan itu dapat memberikan kepuasan. Model ini juga mempertimbangkan pengambilan keputusan atas dasar rasionalitas konstektual dan rasionalitas respektif. Rasionalitas konstektual artinya keputusan tidak hanya didasarkan oleh ketentuan tersurat (tekstual), tetapi juga yang tersirat, (konstektual).
4. Model pengambilan keputusan berdasarkan manfaat
Dasar pemikirannya adalah: 1. mutu keputusan, 2. nkreativitas keputusan, 3. penerimaan keputusan, 4. pemahaman keputusan, 5. pertimbangan keputusan dan 6. ketetapatan keputusan.
Mutu keputusan artinya pengetahuan dan informasi kelompok melebihi individu. Kelompok dapat mengatasi atau menutupi kelemahan dan kekurangan individu. Asumsinya ialah keputusan kelompok lebih bermutu dibandingkan dengan keputusan individu. Manfaat keputusan lebih besar dirasakan kelompok dibandingkan dengan manfaat bagi individu.
Kreativitas keputusan artinya, kreativits kelompok lebih banyak dan cenderung lebih baik daripada kreativitas individu. Asumsinya kreativitas bersama lebih bermanfaat daripada kreativitas individu.
Penerimaan keputusan artinya, pembuatan keputusan secara partisipasi kelompok lebih besar manfaatnya dibandingkan dengan dengan keputusan yang dibuat seara individu. Kelompok merasa dilibatkan dalam membuat keputusan. Asumsinya, keputusan yang dibuat secara kelompok lebih bermanfaat karena lebih diterima kelompok daripada keputusan yang dibuat individu.
Pemahaman keputusan artinya kelompok akan lebih memahami keputusan yang dibuatnya bersama daripada memahami keputusan yang dibuat oleh individu.
Pertimbangan keputusan artinya kelompok akan lebih efektif dalam menentukan keputusan terbaik dibandingkan dengan piihan individu. Asumsinya, manfaat pilihan bagikelompok akan lebih besar jika ditentukan oleh kelompok daripada individu.
Ketepaatn keputusan artinya kelompok lebih tepat dalam memutuskan daripada individu. Asumsinya, kelompok lebih dapat mengontrol pikiran individu secara objektif dan dapat menghindari kesalahan individu.
5. Model pengambilan keputusan berdasarkan masalah
Ada tiga tendensi khusus yang dapat merusak proses keputusan kelompok, yaitu 1. pikirna kelompok, 2. perubahan berisiko dan 3. eskalasi komitmen.
Pikiran kelompok yang dapat menggangggu proses keputusan berupa: 1. tanpa sengaja menajadi sangat optimis dan berani mengambil resiko terberat., 2. pembenaran oleh kelompok yang belum tentu benar menurut individu lainnya, 3. kelompok mengabaikan moral dan etika, 4. kelompok membangun stereotype sebagai pihak yang menentang pemimpinnya, 5. kelompok mendapat tekanan pihak lain, 6. kelompok kurang menyensor dirinya, 7. kebulatan suara hanya untuk mendapatkan keserahaman, dan 8. kelompok melindungi pola pikirnya.
Gejala-gejala perubahan tanggung jawab; 1. kelompok menyebarkan tanggung jawabnya ke anggota, 2. ketua kelompok paling besar resikonya dengan anggotaya, dan mengajak anggotanya untuk menjadi lebih besar lagi resikonya, 3. diskusi kelompok menguji pro dan kontra, konsekuensinya rasa kekeluargaan lebih besar dalam seluruh aspek masalah dan mengarah kepada tingginya resiko, dan 4. resioko dalam bermasyarakat diharapkan oleh budaya kita, jika masyarakat ingin maju.
Komitmen yang berlebihan juga dapat mengganggu keputusan kelompok karena tidak semua anggota senang bekerja keras.
6. Model pengambilan keputusan berdasarkan lapangan
Model ini paling banyak digunakan sekolah karena ingin melibatkan partisipasi warga sekolah dalam mengambil keputusan. Lima teknik penting dalam pengambilan keputusan berdasarkan lapangan adalah 1. Curah pendapat (brain storming), 2. Teknik grup nominal, 3. Teknik delpi, 4. Pembela yang menantang apa yang dianggap baik (devil advocate).
Langakah curah pendapat: 1. Sebelum curah pendapat tentukan dahulu topiknya, 2. Setiap anggota bertanggung jawab atas ucapannya, 3. Setiap anggota menyampaikan pendapatnya bergiliran sampai semua memberikan pendapatnya, 4. Anggota yang belum memberikan pendapatnya dapat menyatakan “pass” sampai kesempatan berikutnya, 5. Jangan mengomentari pendapat orang lain, 6. Kalau ada yang mengomentari, pimpinan siding harus menyetopnya, 7. Akan lebih cepat kalau pendapat ditulis, 8. Apabila tidak ada lagi pendapat yang masuk,curah pendapat dinyatakan selesai, 9. Pendapat yang sama dikelompokkan, 10. Pendapat yang masuk nominasi diteliti dan dibahas, 11. Jika tidak ada kesepakatan untuk memutuskan pendapat terbaik, baru diadakan voting.
D. TAHAPAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Simon (1960) memperkenalkan empat aktivitas dalam proses pengambilan keputusan:
1. Intelligence : Pengumpulan informasi untuk mengidentifikasikan permasalahan.
2. Design : Tahap perancangan solusi dalam bentuk alternatif2 pemecahan masalah.
3. Choice : Tahap memilih dari solusi dari alternatif2 yg disediakan.
4. Implementation : Tahap melaksanakan keputusan dan melaporkan hasilnya.
KONSEP DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN
Manajemen membutuhkan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan mereka. Sistem informasi mempunyai peranan yang penting dalam menyediakan inf untuk manajemen setiap tingkatan. Tiap2 kegiatan dan keputusan manajemen yg berbeda membutuhkan informasi yang berbeda. Oleh kana itu untk dpt menyediakan informasi yg relevan dan berguna bagi manajemen, maka pengembang system informasi hrs memahami terlebih dahulu kegiatan yang dilakukan oleh manajemen dan tipe keputusannya.
TIPE KEGIATAN MANAJEMEN
Kegiatan manajemen dihubungkan dengan tingkatannya didalam organisasi dibagi menjadi 3 bagian :
Perencanaan strategic : merupakan kegiatan manajemen tingkat atas, sebagai proses evaluasi lingkungan luar organisasi, penerapan tujuan organisasi, dan penentuan strategi-strategi.
= Proses evaluasi lingkungan luar organisasi : Lingkungan luar dapat mempengaruhi jalannya organisasi, oleh karena itu manajemen tingkat atas hrs pandai mengevaluasinya, hrs dpt bereaksi thd kesempatan2 yg diberikan oleh lingkungan luar, misal produk baru, pasar baru. Selain itu manajemen tingkat atas hrs tanggap terhadap tekanan2 dari lingkungan luar yg merugikan organisasi dan sedapat mungkin mengubah tekanan menjadi kesempatan.
= Penetapan tujuan adalah apa yg igin dicapai oleh organisasi berdasarkan visi yg dimiliki oleh manajemen. Misalnya tujuan perusahaan adalah dlm waktu 5 thn menjadi penjual terbesar didalam industri dgn menguasai 60% pasar.
= Penentuan strategi : Manajemen tkt atas menentukan tindakan2 yg hrs dilakukan oleh organisasi dengan maksud untk mencapai tujuan2nya. Dengan strategi semua kemampuan yg berupa sumberdaya2 dikerahkan supaya tujuan organisasi dapat diraih.
Pengendalian manajemen : system untuk meyakinkan bahwa organisasi telah menjalankan strategi yg sudah ditetapkan secara efektif dan efisien. Ini merupakan tingkatan taktik(tactical Level), yaitu bagaimana manajemen tingkat menengah menjalankan taktik supaya perencanaan strategi dapat dilakukan dengan berhasil. Taktik yg dijalankan biasanya bersifat jangka pendek ± 1 thn.
Proses pengendalian manajemen terdiri dari : pembuatan program kerja, penyusunan anggaran, pelaksanaan dan pengukuran, pelaporan dan analisis.
Pengendalian operasi : Sistem untuk meyakinkan bahwa tiap-tiap tugas tertentu telah dilaksanakan secara efektif dan efisien. Ini merupakan penerapan program yang telah ditetapkan di pengendalian manajemen.Pengendalian operasi dilakukan dibawah pedoman proses pengendalian manajemen dan difokuskan pada tugas2 tingkat bawah.
TIPE KEPUTUSAN MANAJEMEN
Pengambilan keputusan ( Decision making) : adalah tindakan manajemen dalam pemilihan alternative untuk mencapai sasaran.
Keputusan dibagi dalam 3 tipe :
Keputusan terprogram/keputusan terstruktur : keputusan yg berulang2 dan rutin, sehingga dapt diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pd manjemen tkt bawah. Co:/ keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang,dll.
Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur : keputusan yg sebagian dpt diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tdk terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan2 serta analisis yg terperinci. Co:/ Keputusan membeli sistem komputer yg lebih canggih, keputusan alokasi dana promosi.
Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur : keputusan yg tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tdk terstruktur tdk mudah untuk didapatkan dan tdk mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar. Pengalaman manajer merupakan hal yg sangat penting didalam pengambilan keputusan tdk terstruktur. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain adalah contoh keputusan tdk terstruktur yg jarang terjadi.
TIPE INFORMASI
Sistem informasi sekarang peranannya tdk hanya sebagai pengumpul data dan mengolahnya menjadi informasi berupa laporan2 keuangan saja, tetapi mempunyai peranan yg lebih penting di dalam menyediakan informasi bagi manajemen untuk fungsi2 perencanaan, alokasi2 sumber daya, pengukuran dan pengendalian. Laporan2 dari sistem informasi memberikan informasi kepada manajemen mengenai permasalahan2 yg terjadi didalam organisasi untuk menjadi bukti yg berguna didalam menentukan tindakan yg diambil. Sistem informasi menyediakan 3 macam tipe informasi :
Informasi pengumpulan data (Scorekeeping information) : informasi yang berupa akumulasi atau pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan. Berguna bagi manajer bawah untuk mengevaluasi kinerja personil-personilnya.
Informasi Pengarahan perhatian (attention directing information) : membantu manajemen memusatkan perhatian pada masalah-masalah yg menyimpang, ketidakberesan. Informasi ini membantu manajemen menengah untuk melihat penyimpangan2 yg terjadi.
Informasi Pemecahan masalah (Problem Solving information) : informasi untuk membantu para manajer atas mengambil keputusan memecahkan permasalahan yang dihadapinya. Problem solving biasanya dihubungkan dgn keputusan yg tidak berulang-ulang serta situasi yg membutuhkan analisis yg dilakukan oleh manajemen tingkat atas.
KARAKTERISTIK INFORMASI
Untuk mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen, maka manajemen membutuhkan informasi yg berguna. Untuk tiap2 tingkatan manajemen dengan kegiatan yg berbeda-beda, dibutuhkan informasi yg berbeda-beda pula, karakteristik informasi ini antara lain :
Kepadatan Informasi : untuk manajemen tingkat bawah, karakteristik informasinya adalah terperinci(detail) dan kurang padat, krn terutama digunakan untuk pengendalian operasi. Sedang untuk manajemen yg lebih tinggi tingkatannya, mempunyai karakteristik informasi yg semakin tersaring(terfilter), lebih ringkas dan padat.
Luas Informasi : manjemen bawah karakteristik inf. Adalah terfokus pada suatu masalah tertentu, krn digunakan oleh manajer bawah yg mempunyai tugas yg khusus. Untuk manajer tingkat tinggi, karakteristik inf yg semakin luas, karena manajemen atas berhubungan dengan masalah yg luas.
Frekuensi informasi : Manajemen tingkat bawah frekuensi inf yg diterimanya adalah rutin, krn digunakan oleh manajer bawah yg mempunyai tugas yg terstruktur dgn pola yg berulang2 dari waktu ke waktu. Manajem tingkat tinggi, frekuensi informasinya adalah tidak rutin atau adhoc (mendadak), krn manajemen atas berhubungan dengan pengambilan keputusan tdk terstruktur yg pola dan waktunya tdk jelas.
Waktu Informasi : Manajemen tingkat bawah, inf yg dibutuhkan adalah if historis, krn digunakan oleh manajer bawah di dalam pengendalian operasi yg memeriksa tugas2 rutin yg sudah terjadi. Untuk manajemen tingkat tinggi, waktu inf lebih ke masa depan berupa inf prediksi krn digunakan untuk pengambilan keputusan strategik yg menyangkut nilai masa depan.
Akses Informasi : Level bawah membutuhkan inf yg periodenya berulang2, sehingga dapat disediakan oleh bagian sistem inf yg memberikan dalam bentuk laporan periodik. Dengan demikian akses inf tdk dapat secara on line, tetapi dapat secara off line. Sebaliknya untuk level lebib tinggi, periode inf yg dibutuhkan tdk jelas, sehingga manajer2 tingkat atas perlu disediakan akses on line untuk mengambil inf kapan pun mereka membutuhkan.
Sumber Informasi : Karena manajemen tingkat bawah lebih berfokus pd pengendalian internal perusahaan, maka manajer2 tingkat bawah lebih membutuhkan inf dgn data yg bersumber dari internal perusahaan sendiri, tetapi manajer tingkat atas lebih berorientasi pada masalah perencanaan strategik yg berhubungan dengan lingkungan luar perusahaan, shg membutuhkan inf dgn data yg bersumber pd eksternal perusahaan.
PERAN MANAJEMEN
(menurut Henry Mintzberg)
Peran Interpersonal : peran hubungan personal dapat terdiri dari : = figur kepala (figur head) : manajer mewakili organisasi
untuk kegiatan2 diluar organisasi.
=pemimpin(leader) : manajer mengkoordinasi, mengendalikan, memotivasi, dan mendukung bawahan-
bawahannya.
= penghubung (liaison) : manajer menghubungkan
personal2 di semua tingkatan manajemen.
Peran Informational : peran dari manajer sebagai pusat syaraf (nerve center) organisasi untuk menerima informasi yg paling mutakhir dan sebagai penyebar ( disseminator) informasi keseluruh personal di organisasi. Peran informasi lainnya adalah manajer sebagai juru bicara (spokesman) untuk menjawab pertanyaan2 tentang informasi yg dimilikinya.
Peran decisional : yang dilakukan oleh manajer adalah sebagai entreprenuer, sebagai orang yg menangani gangguan, sebagai orang yg mengalokasikan sumber2 dayaorganisasi, dan sebagai negosiator jika terjadi konflik di dalam organisasi.
TAHAPAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Simon (1960) memperkenalkan empat aktivitas dalam proses pengambilan keputusan :
Intelligence : Pengumpulan informasi untuk mengidentifikasikan permasalahan.
Design : Tahap perancangan solusi dalam bentuk alternatif2 pemecahan masalah.
Choice : Tahap memilih dari solusi dari alternatif2 yg disediakan.
Implementation : Tahap melaksanakan keputusan dan melaporkan hasilnya.
Manajemen membutuhkan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan mereka. Sistem informasi mempunyai peranan yang penting dalam menyediakan inf untuk manajemen setiap tingkatan. Tiap2 kegiatan dan keputusan manajemen yg berbeda membutuhkan informasi yang berbeda. Oleh kana itu untk dpt menyediakan informasi yg relevan dan berguna bagi manajemen, maka pengembang system informasi hrs memahami terlebih dahulu kegiatan yang dilakukan oleh manajemen dan tipe keputusannya.
TIPE KEGIATAN MANAJEMEN
Kegiatan manajemen dihubungkan dengan tingkatannya didalam organisasi dibagi menjadi 3 bagian :
Perencanaan strategic : merupakan kegiatan manajemen tingkat atas, sebagai proses evaluasi lingkungan luar organisasi, penerapan tujuan organisasi, dan penentuan strategi-strategi.
= Proses evaluasi lingkungan luar organisasi : Lingkungan luar dapat mempengaruhi jalannya organisasi, oleh karena itu manajemen tingkat atas hrs pandai mengevaluasinya, hrs dpt bereaksi thd kesempatan2 yg diberikan oleh lingkungan luar, misal produk baru, pasar baru. Selain itu manajemen tingkat atas hrs tanggap terhadap tekanan2 dari lingkungan luar yg merugikan organisasi dan sedapat mungkin mengubah tekanan menjadi kesempatan.
= Penetapan tujuan adalah apa yg igin dicapai oleh organisasi berdasarkan visi yg dimiliki oleh manajemen. Misalnya tujuan perusahaan adalah dlm waktu 5 thn menjadi penjual terbesar didalam industri dgn menguasai 60% pasar.
= Penentuan strategi : Manajemen tkt atas menentukan tindakan2 yg hrs dilakukan oleh organisasi dengan maksud untk mencapai tujuan2nya. Dengan strategi semua kemampuan yg berupa sumberdaya2 dikerahkan supaya tujuan organisasi dapat diraih.
Pengendalian manajemen : system untuk meyakinkan bahwa organisasi telah menjalankan strategi yg sudah ditetapkan secara efektif dan efisien. Ini merupakan tingkatan taktik(tactical Level), yaitu bagaimana manajemen tingkat menengah menjalankan taktik supaya perencanaan strategi dapat dilakukan dengan berhasil. Taktik yg dijalankan biasanya bersifat jangka pendek ± 1 thn.
Proses pengendalian manajemen terdiri dari : pembuatan program kerja, penyusunan anggaran, pelaksanaan dan pengukuran, pelaporan dan analisis.
Pengendalian operasi : Sistem untuk meyakinkan bahwa tiap-tiap tugas tertentu telah dilaksanakan secara efektif dan efisien. Ini merupakan penerapan program yang telah ditetapkan di pengendalian manajemen.Pengendalian operasi dilakukan dibawah pedoman proses pengendalian manajemen dan difokuskan pada tugas2 tingkat bawah.
TIPE KEPUTUSAN MANAJEMEN
Pengambilan keputusan ( Decision making) : adalah tindakan manajemen dalam pemilihan alternative untuk mencapai sasaran.
Keputusan dibagi dalam 3 tipe :
Keputusan terprogram/keputusan terstruktur : keputusan yg berulang2 dan rutin, sehingga dapt diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pd manjemen tkt bawah. Co:/ keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang,dll.
Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur : keputusan yg sebagian dpt diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tdk terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan2 serta analisis yg terperinci. Co:/ Keputusan membeli sistem komputer yg lebih canggih, keputusan alokasi dana promosi.
Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur : keputusan yg tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tdk terstruktur tdk mudah untuk didapatkan dan tdk mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar. Pengalaman manajer merupakan hal yg sangat penting didalam pengambilan keputusan tdk terstruktur. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain adalah contoh keputusan tdk terstruktur yg jarang terjadi.
TIPE INFORMASI
Sistem informasi sekarang peranannya tdk hanya sebagai pengumpul data dan mengolahnya menjadi informasi berupa laporan2 keuangan saja, tetapi mempunyai peranan yg lebih penting di dalam menyediakan informasi bagi manajemen untuk fungsi2 perencanaan, alokasi2 sumber daya, pengukuran dan pengendalian. Laporan2 dari sistem informasi memberikan informasi kepada manajemen mengenai permasalahan2 yg terjadi didalam organisasi untuk menjadi bukti yg berguna didalam menentukan tindakan yg diambil. Sistem informasi menyediakan 3 macam tipe informasi :
Informasi pengumpulan data (Scorekeeping information) : informasi yang berupa akumulasi atau pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan. Berguna bagi manajer bawah untuk mengevaluasi kinerja personil-personilnya.
Informasi Pengarahan perhatian (attention directing information) : membantu manajemen memusatkan perhatian pada masalah-masalah yg menyimpang, ketidakberesan. Informasi ini membantu manajemen menengah untuk melihat penyimpangan2 yg terjadi.
Informasi Pemecahan masalah (Problem Solving information) : informasi untuk membantu para manajer atas mengambil keputusan memecahkan permasalahan yang dihadapinya. Problem solving biasanya dihubungkan dgn keputusan yg tidak berulang-ulang serta situasi yg membutuhkan analisis yg dilakukan oleh manajemen tingkat atas.
KARAKTERISTIK INFORMASI
Untuk mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen, maka manajemen membutuhkan informasi yg berguna. Untuk tiap2 tingkatan manajemen dengan kegiatan yg berbeda-beda, dibutuhkan informasi yg berbeda-beda pula, karakteristik informasi ini antara lain :
Kepadatan Informasi : untuk manajemen tingkat bawah, karakteristik informasinya adalah terperinci(detail) dan kurang padat, krn terutama digunakan untuk pengendalian operasi. Sedang untuk manajemen yg lebih tinggi tingkatannya, mempunyai karakteristik informasi yg semakin tersaring(terfilter), lebih ringkas dan padat.
Luas Informasi : manjemen bawah karakteristik inf. Adalah terfokus pada suatu masalah tertentu, krn digunakan oleh manajer bawah yg mempunyai tugas yg khusus. Untuk manajer tingkat tinggi, karakteristik inf yg semakin luas, karena manajemen atas berhubungan dengan masalah yg luas.
Frekuensi informasi : Manajemen tingkat bawah frekuensi inf yg diterimanya adalah rutin, krn digunakan oleh manajer bawah yg mempunyai tugas yg terstruktur dgn pola yg berulang2 dari waktu ke waktu. Manajem tingkat tinggi, frekuensi informasinya adalah tidak rutin atau adhoc (mendadak), krn manajemen atas berhubungan dengan pengambilan keputusan tdk terstruktur yg pola dan waktunya tdk jelas.
Waktu Informasi : Manajemen tingkat bawah, inf yg dibutuhkan adalah if historis, krn digunakan oleh manajer bawah di dalam pengendalian operasi yg memeriksa tugas2 rutin yg sudah terjadi. Untuk manajemen tingkat tinggi, waktu inf lebih ke masa depan berupa inf prediksi krn digunakan untuk pengambilan keputusan strategik yg menyangkut nilai masa depan.
Akses Informasi : Level bawah membutuhkan inf yg periodenya berulang2, sehingga dapat disediakan oleh bagian sistem inf yg memberikan dalam bentuk laporan periodik. Dengan demikian akses inf tdk dapat secara on line, tetapi dapat secara off line. Sebaliknya untuk level lebib tinggi, periode inf yg dibutuhkan tdk jelas, sehingga manajer2 tingkat atas perlu disediakan akses on line untuk mengambil inf kapan pun mereka membutuhkan.
Sumber Informasi : Karena manajemen tingkat bawah lebih berfokus pd pengendalian internal perusahaan, maka manajer2 tingkat bawah lebih membutuhkan inf dgn data yg bersumber dari internal perusahaan sendiri, tetapi manajer tingkat atas lebih berorientasi pada masalah perencanaan strategik yg berhubungan dengan lingkungan luar perusahaan, shg membutuhkan inf dgn data yg bersumber pd eksternal perusahaan.
PERAN MANAJEMEN
(menurut Henry Mintzberg)
Peran Interpersonal : peran hubungan personal dapat terdiri dari : = figur kepala (figur head) : manajer mewakili organisasi
untuk kegiatan2 diluar organisasi.
=pemimpin(leader) : manajer mengkoordinasi, mengendalikan, memotivasi, dan mendukung bawahan-
bawahannya.
= penghubung (liaison) : manajer menghubungkan
personal2 di semua tingkatan manajemen.
Peran Informational : peran dari manajer sebagai pusat syaraf (nerve center) organisasi untuk menerima informasi yg paling mutakhir dan sebagai penyebar ( disseminator) informasi keseluruh personal di organisasi. Peran informasi lainnya adalah manajer sebagai juru bicara (spokesman) untuk menjawab pertanyaan2 tentang informasi yg dimilikinya.
Peran decisional : yang dilakukan oleh manajer adalah sebagai entreprenuer, sebagai orang yg menangani gangguan, sebagai orang yg mengalokasikan sumber2 dayaorganisasi, dan sebagai negosiator jika terjadi konflik di dalam organisasi.
TAHAPAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Simon (1960) memperkenalkan empat aktivitas dalam proses pengambilan keputusan :
Intelligence : Pengumpulan informasi untuk mengidentifikasikan permasalahan.
Design : Tahap perancangan solusi dalam bentuk alternatif2 pemecahan masalah.
Choice : Tahap memilih dari solusi dari alternatif2 yg disediakan.
Implementation : Tahap melaksanakan keputusan dan melaporkan hasilnya.
Peran Humas
Peran Humas yang merupakan kependekan dari Hubungan Masyarakat, kini dikenal dengan istilah yang lebih keren yakni Publik Relation (PR). Keberadaan Humas disebuah lembaga, baik di dalam instansi pemerintahan maupun swasta, tampaknya dari hari ke hari terus membutuhkan kerja kreatif terkait ketatnya dunia persaingan.
Dunia bisnis adalah tempat Humas berperan dalam menjaga hubungan harmonis antara perusahaan atau lembaga yang dikelolanya dengan orang-orang sekitar. Hal ini membutuhkan langkah-langkah yang efisien guna kemajuan perusahaan atau lembaga. Inilah yang disebut langkah-langkah dalam bentangan strategi Humas yang erat hubungannya dengan dunia komunikasi.
Fungsi
Membicarakan fungsi Humas, dapat ditarik simpulan bahwa ada beberapa fungsi yang harus diperhatikan oleh para Humas. Hal ini semacam modal dasar bagi dunia yang erat sekali hubungannya dengan publik atau masyarakat.
Di dalam sebuah manajemen, Humas merupakan subfungsi yang bekerja dalam hal mengidentifikasi segala kebijakan atau aturan main dan prosedur antara organisasi atau juga pribadi dengan kepentingan publik.
Selain itu, Humas berfungsi dalam melakukan evaluasi segala bentuk opini, sikap, dan perilaku masyarakat. Jika hal ini sudah dilalui, fase selanjutnya adalah melakukan rencana kerja nyata guna menarik simpati dan dukungan publik.
Karakteristik
Secara garis besar, karakteristik yang harus dimiliki oleh para Humas adalah sebagai berikut.
• Kegiatan komunikasi yang berlangsung dua arah dan timbal balik.
• Penunjang pencapaian tujuan manajemen dalam sebuah lembaga apapun.
• Menjadikan publik intern dan ekstern sebagai sasaran.
• Menjaga keharmonisan antara lembaga dan publik.
Citra
Terkait dengan objeknya, yakni masyarakat atau publik, Humas tidak akan bisa lepas dari persoalan citra. Setiap kata dan tindakan selalu menimbang persoalan citra lembaga atau sebuah organisasi. Maka dari itu, perlu dipahami bahwa citra merupakan kesan atau gambaran masyarakat terhadap kita.
Semakin baik citra kita, semakin baik pula reputasi lembaga atau organisasi kita. Reputasi tidak bisa diciptakan sendiri karena merupakan pemberian dari pihak luar dan tidak datang secara mendadak. Reputasi adalah perjalanan panjang setelah melewati konsitensi baik perkataaan dan perbuatan Humas.
Strategi
Sebagaimana fungsi Humas, strategi yang dilakukan oleh para Humas biasanya tidak jauh dari dari pemanfaatan dan perluasaan pesan, informasi, dan komunikasi terkait aktivitas lembaga yang dikelolanya untuk disampaikan kepada publik sebagai sasarannya. Bahkan, pada batas-batas tertentu, Humas bisa saja melakukan rekayasa opini guna mendapatkan perhatian.
Hal tersebut sah-sah saja sepanjang tidak merugikan pihak lain. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait strategi humas dalam menjalankan tugasnya. Kerena medianya adalah komunikasi, usahakan strategi yang dipakai sampai pada si pendengar.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan pesan adalah sebagai berikut.
1. Buatlah pesan singkat, namun menarik perhatian.
2. Rumuskan pesan dengan simbol-simbol yang mudah dipahami.
3. Pesan tidak membingungkan, apalagi merugikan.
4. Pesan bisa menimbulkan kebutuhan si penerima pesan.
5. Pesan sesuai dan masuk akal dengan situasi si penerima.
Demikianlah tulisan singkat mengenai strategi komunikasi Humas. Ini berlaku dalam bidang apapun dan media apapun. Langkah-langkah ini sudah banyak dilakukan para Humas.
Dunia bisnis adalah tempat Humas berperan dalam menjaga hubungan harmonis antara perusahaan atau lembaga yang dikelolanya dengan orang-orang sekitar. Hal ini membutuhkan langkah-langkah yang efisien guna kemajuan perusahaan atau lembaga. Inilah yang disebut langkah-langkah dalam bentangan strategi Humas yang erat hubungannya dengan dunia komunikasi.
Fungsi
Membicarakan fungsi Humas, dapat ditarik simpulan bahwa ada beberapa fungsi yang harus diperhatikan oleh para Humas. Hal ini semacam modal dasar bagi dunia yang erat sekali hubungannya dengan publik atau masyarakat.
Di dalam sebuah manajemen, Humas merupakan subfungsi yang bekerja dalam hal mengidentifikasi segala kebijakan atau aturan main dan prosedur antara organisasi atau juga pribadi dengan kepentingan publik.
Selain itu, Humas berfungsi dalam melakukan evaluasi segala bentuk opini, sikap, dan perilaku masyarakat. Jika hal ini sudah dilalui, fase selanjutnya adalah melakukan rencana kerja nyata guna menarik simpati dan dukungan publik.
Karakteristik
Secara garis besar, karakteristik yang harus dimiliki oleh para Humas adalah sebagai berikut.
• Kegiatan komunikasi yang berlangsung dua arah dan timbal balik.
• Penunjang pencapaian tujuan manajemen dalam sebuah lembaga apapun.
• Menjadikan publik intern dan ekstern sebagai sasaran.
• Menjaga keharmonisan antara lembaga dan publik.
Citra
Terkait dengan objeknya, yakni masyarakat atau publik, Humas tidak akan bisa lepas dari persoalan citra. Setiap kata dan tindakan selalu menimbang persoalan citra lembaga atau sebuah organisasi. Maka dari itu, perlu dipahami bahwa citra merupakan kesan atau gambaran masyarakat terhadap kita.
Semakin baik citra kita, semakin baik pula reputasi lembaga atau organisasi kita. Reputasi tidak bisa diciptakan sendiri karena merupakan pemberian dari pihak luar dan tidak datang secara mendadak. Reputasi adalah perjalanan panjang setelah melewati konsitensi baik perkataaan dan perbuatan Humas.
Strategi
Sebagaimana fungsi Humas, strategi yang dilakukan oleh para Humas biasanya tidak jauh dari dari pemanfaatan dan perluasaan pesan, informasi, dan komunikasi terkait aktivitas lembaga yang dikelolanya untuk disampaikan kepada publik sebagai sasarannya. Bahkan, pada batas-batas tertentu, Humas bisa saja melakukan rekayasa opini guna mendapatkan perhatian.
Hal tersebut sah-sah saja sepanjang tidak merugikan pihak lain. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait strategi humas dalam menjalankan tugasnya. Kerena medianya adalah komunikasi, usahakan strategi yang dipakai sampai pada si pendengar.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan pesan adalah sebagai berikut.
1. Buatlah pesan singkat, namun menarik perhatian.
2. Rumuskan pesan dengan simbol-simbol yang mudah dipahami.
3. Pesan tidak membingungkan, apalagi merugikan.
4. Pesan bisa menimbulkan kebutuhan si penerima pesan.
5. Pesan sesuai dan masuk akal dengan situasi si penerima.
Demikianlah tulisan singkat mengenai strategi komunikasi Humas. Ini berlaku dalam bidang apapun dan media apapun. Langkah-langkah ini sudah banyak dilakukan para Humas.
Minggu, 05 Juni 2011
Kata kata Cinta
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu,
Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang
bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu!
Jangan mengharapkan balasan cinta,
tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya,
tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu.
Apabila cinta tidak berhasil... bebaskanlah dirimu... biarkan hatimu melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI... Ingatlah bahwa kau mungkin menemukan cinta dan kehilangannya... tapi ketika cinta itu mati, kau TIDAK perlu mati bersamanya.
Kata cinta sangat mudah diucapkan, tapi rasa sayang sulit untuk diungkapkan, hanya orang-orang yang peka terhadap kasih sayang yang bisa merasakannya.
Cinta adalah memperhatikan dan memberi, tanpa berharap untuk diperhatikan dan diberi. (Buccek Depp; Brownies)
Cinta seperti api, kitak tidak tahu apakah ia menghangatkan atau membakar kita. (Joan Crawford)
Kadang kala, orang yang kau cintai adalah orang yang paling menyakiti dirimu. Kadang kala pula, teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kau sadari...
Mencintai... Bukanlah bagaimana kau melupakan, melainkan bagaimana kau memaafkan. Bukan bagaimana kau mendengarkan, melainkan bagaimana kau mengerti. Bukan apa yang kau lihat, melainkan apa yang kau rasakan.
tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang
dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.
Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan,
kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan
dan sakit hati di masa lalu.
Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba
jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup
jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi
jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang
bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu!
Jangan mengharapkan balasan cinta,
tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya,
tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu.
Apabila cinta tidak berhasil... bebaskanlah dirimu... biarkan hatimu melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI... Ingatlah bahwa kau mungkin menemukan cinta dan kehilangannya... tapi ketika cinta itu mati, kau TIDAK perlu mati bersamanya.
Kata cinta sangat mudah diucapkan, tapi rasa sayang sulit untuk diungkapkan, hanya orang-orang yang peka terhadap kasih sayang yang bisa merasakannya.
Cinta adalah memperhatikan dan memberi, tanpa berharap untuk diperhatikan dan diberi. (Buccek Depp; Brownies)
Cinta seperti api, kitak tidak tahu apakah ia menghangatkan atau membakar kita. (Joan Crawford)
Kadang kala, orang yang kau cintai adalah orang yang paling menyakiti dirimu. Kadang kala pula, teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kau sadari...
Mencintai... Bukanlah bagaimana kau melupakan, melainkan bagaimana kau memaafkan. Bukan bagaimana kau mendengarkan, melainkan bagaimana kau mengerti. Bukan apa yang kau lihat, melainkan apa yang kau rasakan.
Langganan:
Postingan (Atom)